PURWAKARTA – Program Gentengisasi Merah Putih yang merupakan bagian dari arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mulai direalisasikan. Sebanyak 500.000 keping genteng produksi para pengrajin lokal Plered, Kabupaten Purwakarta, dikirim menggunakan 125 unit truk pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Kegiatan penyerahan sekaligus pelepasan pengiriman genteng tersebut dipusatkan di Pasar Citeko, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta. Acara dihadiri sejumlah pejabat pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Pemerintah Kabupaten Majalengka, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait turut hadir dan memberikan sambutan terkait pelaksanaan Program Gentengisasi. Menteri PKP tiba di lokasi sekitar pukul 14.04 WIB.
Program tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah dalam mendorong penyediaan hunian yang lebih layak bagi masyarakat, sekaligus menggerakkan kembali aktivitas ekonomi para pengrajin genteng lokal.
Sebelumnya, Kementerian PKP menyampaikan bahwa tahap awal Program Gentengisasi di Plered melibatkan 14 pengrajin. Dari jumlah tersebut, empat pengrajin telah memiliki sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI), sementara 10 pengrajin lainnya telah lolos uji keandalan.
Pemerintah juga terus melakukan pembinaan terhadap para pengrajin agar kualitas dan kapasitas produksi dapat memenuhi kebutuhan material untuk program perumahan pemerintah.
Dalam sambutannya, Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa Program Gentengisasi tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan material bangunan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta penguatan ekonomi masyarakat.
Menurut Maruarar, peningkatan kualitas produksi menjadi salah satu aspek penting agar para pengrajin lokal dapat ikut mengambil manfaat dari program pembangunan perumahan pemerintah.
Dukungan terhadap Program Gentengisasi juga disampaikan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian. Dalam keterangan sebelumnya, Tito menyebut program tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong penggunaan genteng sekaligus menghidupkan kembali sentra-sentra produksi genteng di berbagai daerah.
Kegiatan di Pasar Citeko turut dihadiri jajaran pemerintah dan unsur terkait, di antaranya Menteri PKP, Menteri Dalam Negeri, Ketua BPKP RI, Kepala BPS RI, Gubernur Jawa Barat atau yang mewakili, Bupati Purwakarta, Bupati Majalengka, jajaran Forkopimda Purwakarta, Kapolres Purwakarta, Danramil, jajaran BPS Purwakarta, Asisten Daerah, staf ahli, kepala OPD, para camat se-Kabupaten Purwakarta, kepala desa dari Kecamatan Plered dan Kecamatan Tegalwaru, serta para Ketua BPD dari kedua kecamatan tersebut.
Selain unsur pemerintahan, kegiatan juga diikuti masyarakat dan para pihak yang terlibat langsung dalam proses pengiriman genteng.
Tercatat sebanyak 125 sopir truk, 125 kernet, sekitar 50 panitia, 50 masyarakat, serta sekitar 50 awak media turut hadir dalam kegiatan tersebut. Secara keseluruhan, jumlah peserta diperkirakan mencapai sekitar 400 orang.
Plered selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi genteng di Kabupaten Purwakarta. Dengan adanya Program Gentengisasi, para pengrajin lokal memperoleh peluang untuk meningkatkan produksi sekaligus memperluas pasar.
Kementerian PKP sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah berupaya menghubungkan kebutuhan material pembangunan perumahan dengan kapasitas produksi para pengrajin di daerah. Setelah Plered, penguatan sentra produksi juga diarahkan ke Kabupaten Majalengka.
Selain membuka peluang ekonomi bagi UMKM, program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat. Pemerintah mendorong penggunaan genteng yang memenuhi standar kualitas dan ketahanan bangunan.
Rangkaian kegiatan penyerahan dan pelepasan pengiriman genteng kemudian ditutup dengan acara ngaliwet dan makan bersama.
Suasana kebersamaan terlihat dalam kegiatan tersebut. Para tamu undangan, panitia, masyarakat, sopir, kernet, serta awak media menikmati hidangan yang telah disediakan oleh panitia.
Program Gentengisasi Merah Putih menjadi momentum bagi Kabupaten Purwakarta, khususnya Plered, untuk menunjukkan bahwa produk lokal hasil karya para pengrajin daerah dapat menjadi bagian dari program perumahan nasional sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.














