banner 728x250
Daerah  

Pembangunan Gapura dan Taman Jadi Sorotan, Rumah Warga Lansia di Purwakarta Butuh Perhatian

banner 468x60

PURWAKARTA || Miris pembangunan Gapura dan taman taman yang masih bagus di renovasi di tengah kesusahan yang di rasakan warga, terutama oleh warga Gang Beringin, RT 79 RW 008, Kelurahan Nagri Kaler, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta.

Dadang Setiawan (75 tahun) yang akrab disapa Dadang Bule, berharap uluran tangan pemerintah untuk memperbaiki kondisi rumahnya yang kini memprihatinkan.

Rumah peninggalan orang tuanya tersebut dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap.

Kondisinya yang semakin rapuh membuat Dadang khawatir rumah yang ditempatinya bersama keluarga itu sewaktu-waktu mengalami kerusakan lebih parah, bahkan berpotensi roboh.

Kekhawatiran tersebut semakin terasa ketika hujan turun. Air merembes melalui atap yang bocor, sehingga kenyamanan dan keamanan keluarga di dalam rumah menjadi terganggu.

Kepada awak media, Jumat (23/10/2026), Dadang mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya ingin memperbaiki rumah tersebut. Namun, keterbatasan ekonomi membuat keinginan itu belum dapat terwujud.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Dadang bekerja dengan berjualan bakso milik orang lain. Dari pekerjaannya tersebut, ia hanya memperoleh penghasilan rata-rata sekitar Rp30.000 per hari, bahkan terkadang kurang dari jumlah tersebut.

“Rata-rata setiap hari mendapatkan hasil dari jualan bakso milik majikan itu sekitar tiga puluh ribu rupiah. Ya, kadang kurang dan lebih dari segitu,” ungkap Dadang.

Penghasilan yang terbatas itu harus digunakan untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari bersama keluarga. Kondisi tersebut membuatnya kesulitan menyisihkan uang untuk membeli bahan bangunan maupun membayar biaya perbaikan rumah.

Dadang menuturkan, rumah yang kini ditempatinya merupakan peninggalan orang tua. Seiring berjalannya waktu, kondisi bangunan semakin rapuh dan membutuhkan perhatian agar tetap aman untuk dihuni.

“Ini pun rumah peninggalan orang tua. Sekarang kondisinya sudah pada rapuh, takut roboh. Apalagi kalau hujan, bocor sana-sini. Enggak tenang, enggak tega juga melihat keluarga dalam keadaan seperti ini. Tidak aman pastinya,” tuturnya.

Di tengah keterbatasan yang dihadapi, Dadang berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait dapat melihat langsung kondisi rumahnya dan mempertimbangkan bantuan perbaikan, khususnya pada bagian atap yang dinilai sudah tidak layak.

Baginya, bantuan tersebut bukan sekadar memperbaiki bangunan, melainkan juga memberikan rasa aman bagi dirinya dan keluarga saat beristirahat maupun menjalani aktivitas sehari-hari di rumah.

Harapan Dadang kini tertuju pada perhatian pemerintah dan kepedulian berbagai pihak agar keluarganya dapat tinggal di tempat yang lebih layak, aman, dan terhindar dari kekhawatiran ketika hujan turun.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan mengenai tindak lanjut atau bentuk bantuan yang akan diberikan kepada Dadang.

Kondisi rumahnya diharapkan dapat menjadi perhatian pihak terkait untuk ditinjau lebih lanjut sesuai dengan ketentuan program bantuan perbaikan rumah yang berlaku. (Tesyar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *